Jun
11
2009
Oleh : Ustadz Ahmad Daniel, Lc
Ikhlas, suatu kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kaum muslimin. Sebuah kata yang singkat namun sangat besar maknanya. Sebuah kata yang seandainya seorang muslim terhilang darinya, maka akan berakibat fatal bagi kehidupannya, baik kehidupan dunia terlebih lagi kehidupannya di akhirat kelak. Ya itulah dia, sebuah keikhlasan. Amal seorang hamba tidak akan diterima jika amal tersebut dilakukan tidak ikhlas karena Allah.
Allah berfirman yang artinya ” Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya.” (Az Zumar : 2) .
Keikhlasan merupakan syarat diterimanya suatu amal perbuatan di samping syarat lainnya yaitu mengikuti tuntunan Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam . ibnu Mas’ud Rhodiyallahu anhu berkata “Perkataan dan perbuatan seorang hamba tidak akan bermanfaat kecuali dengan niat (ikhlas), dan tidaklah akan bermanfaat pula perkataan, perbuatan dan niat seorang hamba kecuali yang sesuai dengan sunnah (mengikuti Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam)“.
Apa Itu Ikhlas ?
Banyak para ulama yang memulai kitab-kitab mereka dengan membahas permasalahan niat (dimana hal ini sangat erat kaitannya dengan keikhlasan), di antaranya Imam Bukhari dalam kitab shohihnya, Imam Al Maqdisi dalam kitab Umdatul Ahkam, Imam Nawawi dalam kitab Arbain Nawawi dan Riyadhus Sholihinnya, Imam Al Baghowi dalam kitab Masobihis sunnah serta ulama-ulama lainnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keikhlasan tersebut. namun, apakah sesungguhnya makna dari ikhlas itu sendiri ?. Continue Reading »
Mar
27
2009

Mungkin karena saya orangnya simpel, ketika mengirim SMS atau menjawab SMS seringkali dengan kata-kata yang sangat singkat, tidak ada tambahan macam-macam kata, misal saat di minta kedatangan saya lewat SMS, saya biasanya kalo menyanggupi cuma sekedar menjawab salam di tambah kalimat “Ya Insya Allah“.
Kebiasaan tersebut tidak menjadi masalah ketika berhubungan dengan orang lain, tapi ternyata berimbas dengan rasa iri istri terhadap teman-temannya yang ketika mereka menerima SMS dari suaminya, ada tambahan kata-kata yang menurut istri saya sangat romantis.
Berawal dari itu saya mendapatkan pelajaran yang berharga, bahwasanya kata-kata yang tidak hanya sekedarnya dalam ber-SMS ria atau dalam percakaan menggunakan telepon dengan istri ternyata menjadi sebab harmonisnya dalam hubungan suami istri saat berkomunikasi. Continue Reading »
Feb
16
2009
Ada hal-hal yang terkadang luput dari perhatian kita bagaimana etika dalam bertamu maupun saat menerima tamu, untuk itu berikut ini beberapa point yang penting untuk diperhatikan bagaimana etika saat menerima tamu maupun etika bagi seorang tamu yang saya ambil dari tulisan di buku “Al Qismu Al Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan”, penulis Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, versi Indonesia: “Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari”.
Untuk orang yang mengundang
- Hendaknya mengundang orang-orang yang bertaqwa, bukan orang yang fasiq. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Janganlah kamu bersahabat kecuali dengan seorang mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertaqwa”. (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
Continue Reading »
Jan
20
2009

Berikut adalah etika yang semestinya dilakukan setiap muslim dalam hidup bertetangga yang dikutip dari risalah dalam buku “Al Qismu Al Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan”, penulis Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, versi Indonesia:”Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari”. Yaitu sebagai berikut:
- Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahuanhu, “….Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan, “Hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya”. (Muttafaq’alaih).
- Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak membuat mereka tertutup dari sinar matahari atau udara, dan kita tidak boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya, karena hal tersebut menyakiti perasaannya.
- Hendaknya Kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak di rumah. Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil, dan hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan merahasiakan aib mereka.
Continue Reading »